<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-665004167104260470</id><updated>2012-02-16T09:20:49.960-08:00</updated><category term='lebaran'/><category term='pki'/><category term='sukarno'/><category term='idul fitri'/><category term='hisab'/><category term='soekarno'/><category term='rukyat'/><category term='bintang'/><category term='G30S'/><title type='text'>Pikiran dan Pandangan</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://pandanganopung.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665004167104260470/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pandanganopung.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Pandanganku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13964358325901448301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>2</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-665004167104260470.post-640360379082529567</id><published>2008-10-23T08:48:00.000-07:00</published><updated>2008-10-23T08:52:08.448-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rukyat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bintang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hisab'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lebaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='idul fitri'/><title type='text'>PENENTUAN    AWAL   PUASA  /  LEBARAN    HISAB  ATAU  RU’YAT</title><content type='html'>Alhamdulillah  Ramadhan kali  ini  diawali  tanpa  masalah,  karena  penentuan  awal  Ramadhan  ,  baik  yang  melalui  hisab  maupun  yang  dengan  ru’yat  jatuh  pada  hari  yang  sama.  Idealnya  memang  begini.  Namun    mengingat  seringnya  terjadi ketidaksamaan  dalam  menentukan  awal  Ramadhan  maupun  Syawal  pada  masa-masa  lalu,  kesamaan  yang  terjadi  kali  ini  dapat  dikatakan  sebagai  suatu  kebetulan  semata.  Apakah  Iedulfitrie  kali  ini  akan  sama  seperti  awal  Ramadhan  yang lalu  belum  dapat  ditentukan.&lt;br /&gt;Yang  menjadi  pertanyaan  adalah  :  “Tidak  mungkinkah  perbedaan  penentuan  awal  Ramadhan  maupun  Syawal  ini  dihindari ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum  membahas  lebih  jauh  sebaiknya  kita  lihat  dulu  duduk persoalannya.&lt;br /&gt;Baik  bulan  Sya’ban  maupun  Ramadhan  ada  kalanya  hanya  29  hari  ,  dan  ada  kalanya  genap  berumur  30  hari.  Bilamana  Sya’ban  hanya  29  hari,  maka  yang  seharusnya  30  Sya’ban  bergeser  menjadi  1  Ramadhan.  Demikian  pula  bila  Ramadhan  hanya  29  hari,  yang  seharusnya  30  Ramadhan  bergeser  menjadi  1  Syawal.&lt;br /&gt;Untuk  mengetahui  kapan  bulan-bulan  tersebut  29  hari  dan  kapan  30  hari,  Rasulullah  telah  memberikan  pedoman  yang  intinya,  terlihatnya  bulan  pada  tanggal  29  bulan  berjalan  berarti  berakhirnya  bulan  tersebut,  dengan  kata  lain  esoknya  sudah  masuk pada  bulan  berikutnya.  Bilamana  pada  tanggal  29  bulan  tidak  terlihat,  maka  esoknya  adalah  tanggal  30  dari  bulan  berjalan.&lt;br /&gt;Timbul  pertanyaan,  bagaimana  dengan  penentuan  yang  diperoleh  melalui  hisab ?&lt;br /&gt;Sebagaimana  diutarakan  diatas,  pedoman  yang  diberikan  Rasulullah  sudah  amat  jelas,  tidak  ada  perbedaan  menyangkut  hal  ini  dan  tidak  pernah  pula  Rasulullah  menyebut  masalah  hisab.&lt;br /&gt;Sesederhana  inikah ?  Tentu  saja,  tidak.&lt;br /&gt;Perlu  kita  sadari  adanya  anggapan  bahwa  islam  itu  dogmatis  sangatlah  keliru,   bahkan   “menyesatkan”.   Tidak  kurang  dari  tigapuluh  kali  penggunaan  akal  fikiran  diulang  dalam  Al  Qur”aan,  baik  dengan  kata-kata : “bagi  orang-orang  yang  berakal”, “bagi  orang-orang  yang  berfikir”  maupun  “bagi  orang-orang  yang  menggunakan akal  fikirannya”.  Bahkan  pada  ayat  ke  seratus  Surah  Yunus  Allah  mengungkapkan  kemurkaan  Nya  terhadap  orang-orang  yang  tidak  menggunakan  akalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana  kita  maklumi,  sebagai  pedoman  hidup  bagi  manusia  Al  Qur”aan  hanya  berisikan  prinsip-prinsip  dasar  dari  kehidupan,  sementara  pengamalannya  kita  peroleh  melalui  hadits  Rasulullah.  Karenanya  kewajiban  untuk  taat  tidak  terbatas  hanya  kepada  Allah  semata,   tetapi  mentaati  Allah  dan  Rasul  Nya   ( Q.S.  5 : 92  dan  Q.S.  24 : 54 ).&lt;br /&gt;Bagaimana  kita  mendirikan  Shalat  tidak  lain  mengikuti  contoh  yang  Nabi  berikan,  begitu  pula  dengan  waktu-waktunya.    Yang  Nabi  sampaikan  adalah,  Waktu  subuh    dimulai  apabila  benang  hitam  dan  benang  putih  sudah  dapat  dibedakan  (munculnya  bias  matahari),  Zuhur  dimulai  saat  matahari  sudah  tergelincir  dari  kulminasinya,  Ashar  dimulai  saat  panjang  bayangan  (akibat  cahaya  matahari)  sudah  melebihi  panjang  bendanya,  Maghrib  bila  matahari  sudah  terbenam  dan  Isya  bila  bias  matahari  sudah  sirna.   &lt;br /&gt;Kenyataan  bahwa  dengan  kemajuan  ilmu  pengetahuan  (astronomi),  kedudukan  matahari  senantiasa  dapat  ditentukan  (diperhitungkan)  dengan  tepat,  telah  dimanfaatkan  untuk  mendapatkan  kemudahan  dalam  penentuan  waktu-waktu  Shalat.  Kita  tidak  perlu  lagi  mengira-ngira,  karena  disetiap  mesjid  telah  tersedia  jadwal  Shalat  yang  disusun  dengan  acuan  tang  telah  Rasulullah  berikan.&lt;br /&gt;Jika  hisab  (perhitungan)  sudah  kita  rasakan  manfaatnya  dalam  penentuan  waktu-waktu  shalat,  mengapa  untuk  penentuan  awal  puasa  maupun  lebaran  belum  dapat  kita  manfaatkan ?  &lt;br /&gt;Sebelumnya  perlu  kita ingat  bahwa pemanfaatan  ilmu  pengetahuan  hanyalah  untuk  memperoleh  kemudahan ,  bukan  merupakan  acuan.  Karenanya,  yang  dihisab  adalah  terlihat  atau  tidaknya  bulan  pada  29  sya’ban / Ramadhan.  &lt;br /&gt;Sebagaimana  kita  ketahui,  baik  ketinggian  bulan  maupun  matahari  senantiasa  dapat  dihitung  sebelum  waktunya.  Ini  berarti  bahwa  ketinggian  bulan  ketika  matahari  terbenam  tentulah  juga  dapat  ditentukan.  Namun  perlu  diingat  bahwa  keberadaan  bulan  yang  masih  berada  diatas  ufuk  ketika  matahari  teerbenam  tidaklah  selamanya  terpantau  oleh  penglihata.n.  Bias  dari  cahaya  matahari  yang  baru  saja  terbenam  akan  menghalangi  penglihatan  untuk  dapat  melihat  keberadaan  bulan.  Keberadaan  bulan  baru  terlihat  setelah  intensitas  dari  bias  matahari  menurun,   Artinya, diperlukan  beberapa  saat  sampai  bias  matahari  tidak  terlalu  terang  untuk  menghalangi  penglihatan,  barulah  keberadaan  bulan  dapat  disaksikan.  Karena  keadaan  ini  sangat  ditentukan  oleh  kemampuan  penglihatan,  seberapa  lemah  bias  cahaya  matahari  agar  keberadaan  bulan  dapat  dipantau, maka  penentuannya  tidaklah  dapat  dilakukan  melalui  perhitungan.  Yang  dapat  menentukan  adalah  pengamatan / pemantauan  berulang-ulang  sampai  diketemukannya  ketinggian  minimum  bulan    ketika  matahari  terbenam  dimana  keberadaan  bulan  dapat  dipantau.   &lt;br /&gt;Dengan  diketemukannya  keadaan  ini  tentu  saja  perhitungan  yang  dilakukan  untuk  penentuan  terlihat  tidaknya  bulan  akan  sama  persis  dengan  hasil  ru’yat.  Bukan  saja  terhindar  dari  kerancuan,  bahkan  akan  memberikan  kemanfaatan  karena  jauh-jauh  hari  awal  Ramadhan  maupun  Iedulfitrie  sudah  dapat  ditentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jatikramat,  15  September  2008.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/665004167104260470-640360379082529567?l=pandanganopung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pandanganopung.blogspot.com/feeds/640360379082529567/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pandanganopung.blogspot.com/2008/10/penentuan-awal-puasa-lebaran-hisab-atau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665004167104260470/posts/default/640360379082529567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665004167104260470/posts/default/640360379082529567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pandanganopung.blogspot.com/2008/10/penentuan-awal-puasa-lebaran-hisab-atau.html' title='PENENTUAN    AWAL   PUASA  /  LEBARAN    HISAB  ATAU  RU’YAT'/><author><name>Pandanganku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13964358325901448301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-665004167104260470.post-7756010490600174740</id><published>2008-10-23T08:31:00.000-07:00</published><updated>2008-10-23T08:39:25.976-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pki'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='G30S'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sukarno'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='soekarno'/><title type='text'>Soekarno dan PKI</title><content type='html'>Menjelang  ulang  tahun  ke  43  Peristiwa  G 30 S  PKI,  setiap  malam    TV  ONE  menayangkan  cuplikan  perbincangan  mengenai  peristiwa  tersebut.  Pokok  bahasannya  adalah  siapa  dalangnya  dan  sejauh  mana  keterlibatan  Bung  Karno  dalam  peristiwa  ini.  Sebagai  orang  awam  yang  samasekali  tidak  memiliki  keterkaitan  dengan  urusan  ini,  awalnya  hanya  menyaksikan  sambil  lalu.  Namun  kesimpulan  yang  tak pernah jelas,  ditambah  adanya  pertanyaan  yang  jawabannya  masih  terbayang  dalam  ingatan,  mungkin  ada  baiknya  ingatan  yang  masih  amat  segar  ini  dikemukakan dengan  harapan  dapat  mempermudah  para  pakar  dalam  melanjutkan  penelitiannya.&lt;br /&gt;Yang  masih  amat  segar  dalam  ingatan  adalah  cerita  petani  penggarap  ladang  orangtua  saya  di  Sumatra  Utara,  bahwa  nantinya  mereka  tidak  perlu  lagi  membayar  sewa  ladang  karena  siapa  yang  menggarap  tanah  dialah  pemiliknya.  Cerita  ini  diperolehnya  dari  teman-temannya  sesama  penggarap  yang  sering  mengikuti  pertemuan-pertemuan   dengan  orang-orang  dari  BTI  (Barisan  Tani  Indonesia,  Ormas  onderbouwnya  PKI).  Berikutnya  adalah  peristiwa  pengeroyokan  yang  dilakukan  olrh  para  petani  yang  menewaskan  seorang  tentara.  Peristiwa  ini  juga  terjadi  di  Sumatera  Utara  dan  dikenal  sebagai  “Peristiwa  Bandar  Betsy”.  Masih  ada  lagi,  yakni  setiap  keluarga  diperintahkan  untuk  membuat  lobang  dihalaman  rumahnya  masing-masing. Tujuannya  untuk  lobang  perlindungan  bilamana  sewaktu-waktu  ada  serangan  udara  dari  pihak  Malaysia,  karena  waktu  itu  Indonesia  sedang  berkonfrontasi  dengan  Malaysia  dalam  rangka  Dwikora.   Kemudian  hari,  setelah  peristiwa  G  30  S,  dalam  penggerebekan  di markas-markas  PKI  diketemukan  dokumen  berupa  daftar  nama  tokoh-tokoh  lokal  termasuk  pemuka-pemuka  agama  yang  akan  mereka  habisi  setelah  mereka  menang  kelak.  Untuk  kepentingan  inilah  sesungguhnya  lobang  yang  dikatakan  sebagai  lobang  perlindungan  dimaksud  ditujukan.  &lt;br /&gt;Sementara  di  pulau  Jawa,  yang  saya  ingat  adalah  munculnya  berita  seputar  adanya  penyelundupan  senjata  di  pantai  selatan  pulau  jawa,  dan  demonstrasi  CGMI  (Central  Gerakan  Mahasiswa  Indonesia)  ke  kedutaan  besar  Inggeris.  Demonstrasi  disertai  tindakan  anarkis  yang  mereka  lakukan  menghasilkan  penemuan  dokumen  yang  antara  lain  berisi  kata-kata :  “our  local  Army  friends”. Kiranya dokumen  yang  dikenal  sebagai  “Dokumen  Gilchrist”  ini  adalah  hasil  rekayasa  mereka  sendiri,  alias  palsu.  Tujuannya  jelas  untuk  dijadikan  bukti  dalam  mendiskreditkan  Angkatan  Darat,  sekaligus  pihak  Inggeris.&lt;br /&gt;Tuntutan  PKI  untuk  membentuk  Angkatan  kelima  yang  terdiri  dari  buruh  dan  tani,  bukan  saja  tidak jelas  tujuan  dan  manfaatnya  bagi  negara,  bahkan  mengungkapkan  dengan  jelas  adanya  benang  merah  dari  berbagai  kejadian  yang  diungkapkan  diatas.  Jelasnya,  pembentukan  Angkatan  kelima  merupakan  tahap  akhir  penyempurnaan  rencana  Aidit / PKI   untuk merebut  kekuasaan.  &lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;Sebagai  proklamator  sekaligus  presiden  pertama  negeri  ini  Bung  Karno  memang  tidak  ada  duanya.  Bukan  itu  saja,  kemampuannya  berpidato  sangat  luar  biasa  sehingga  pendengar  tak  pernah  merasa  bosan  meskipun  telah  berjam-jam  mendengarkan  pidatonya.  Itulah  sebabnya  pengunduran  diri  Bung  Hatta  dari  jabatannya  sebagai  Wakil  Presiden,  yang  berarti  pecahnya  atau  tiadanya  lagi  perpaduan  sebagai  Dwi – Tunggal  yang  dikenal  selama  ini,  tidak  sedikitpun  menimbulkan  reaksi  masarakat.&lt;br /&gt; Sukses  yang  dicapai  pemerintah  dalam  pelaksanaan  Konferensi  Asia  Afrika  di  Bandung  tahun  1955  sungguh  merupakan  suatu  kebanggaan.  Nama  Indonesia  semakin  dikenal  di  mancanegara.  Akan  tetapi  di  luar  negeri  masih  cukup  banyak  yang  tidak  tahu  ketika    kita  katakan  Indonesia,    mereka  baru  mengangguk  sambil  mengucapkan  Ahmad  Sukarno  berulang-ulang  ketika  nama  Sukarno  kita  ucapkan.&lt;br /&gt;Namun,  sesuai  kodratnya  manusia  selalu  ingin  lebih,  tak  terkecuali  Soekarno.  PKI  yang  selalu  mencari  peluang  untuk  mencapai  ambisinya  melihat  peluang  yang  terbuka  ini.  Ambisi  dan  nama  lumayan  besar  Soekarno  di  mancanegara  sangat  tepat  bila  digabung  dengan  potensi  China  yang  mulai  bangkit  tapi  masih  terkucil  (belum  masuk  anggota  PBB).  Terhadap  Soekarno  Aidit  mengedepankan  kedekatannya  dengan  Peking  sebagai  kawan  sepaham,  sementara  kepada  Peking  Aidit tidak  perlu  lagi  menyatakan  kedekatannya  dengan  Bung  Karno.  Sesuai  kepentingannya  masing-masing,  perlahan  tapi  pasti  terbentuklah  koalisi :  Aidit  (PKI)),  Soekarno  dan  Peking  (Beijing).  Itulah  sebabnya  ungkapan  :  “Poros  Jakarta,  Pnompenh,  Peking”,  selalu  dengan  bangga  Bung  Karno lontarkan  dalam  pidatonya.&lt;br /&gt;Atas  prakarsa  Aidit  Peking  memperlihatkan  persahabatannya  dengan  menyediakan  tenaga  medis  untuk  merawat   Bung  Karno.  Sebaliknya,  meskipun  Asian  Games  yang  dilangsungkan  di  Jakarta  pada  agustus  1962  baru  saja  usai,  demi  kepentingan  yang  lebih  besar,  Soekarno  tidak  segan-segan  mengeluarkan  biaya  besar  untuk  menyelenggarakan  GANEFO  ( Games  of  New  Emerging  Forces )  pada  November  1963,  dengan  peserta  yang  jauh  lebih  besar  dibanding  peserta  Asian  Games.  Dengan  terselenggaranya  GANEFO  ini  setidaknya  sebagian  dari  sasaran   Cina  dari  koalisi  bersama  Aidit  dan  Bung  Karno  sudah  tercapai.  Jika  pada  Asian  Games  1962  yang  meraih  juara  umum  adalah  Jepang,  karena  Cina  belum  menjadi  anggota,  maka  pada  GANEFO  1963  juara  umum  nya  adalah  Cina.&lt;br /&gt;Jika  Cina  sudah  mendapat  bagiannya,  Soekarno  sedang  dimabuk  kepayang  dengan  angan-angannya  untuk  menjadi  manusia  terbesar  ketiga  di  dunia  menandingi  John  F. Kennedy  (Presiden    USA)  dan  Nikita  Kruschev  (Perdana  Menteri  USSR).  Mengapa ?&lt;br /&gt;Karena  saat  itu  gedung  yang  akan  menjadi  Markas  Besar  CONEFO  (Confrence  of  New  Emerging  Forces)  yang  akan  menjadi  tandingan  PBB  di  New  York,  sedang  dibangun  di  jalan  Merdeka  Barat,   Jakarta.&lt;br /&gt;Dengan  alasan  inilah  Negara  Republik  Indonesia  pada  Januari  1965  menyatakan  diri  keluar  dari  keanggotaannya  di  PBB.&lt;br /&gt;Hubungan  dengan  negara-negara  non  blok  telah  terjalin,  gedung  yang  akan  menjadi  Markas  besar  Conefo  sedang  dibangun  dan  Indonesia  sudah  resmi  melepaskan  keanggotaannya  di  PBB  /  UNO.  Tinggal  selangkah  lagi,  yakni  peresmian  berdirinya  Conefo  sebagai  langkah  terakhir  bagi  Soekarno  untuk  memperoleh  bagiannya  dalam  berkoalisi.&lt;br /&gt;Jika  dua  peserta  koalisi  sudah  memperoleh  manfaat,  bagaimana  dengan  Aidit / PKI ?&lt;br /&gt;Sebagaimana  diuraikan  diatas,  bagian  yang  mereka  dambakan  dalam  berkoalisi  sesungguhnya  sudah  berada  pada  tahap  akhir.&lt;br /&gt;Kesediaan  Soekarno  untuk  dirawat  oleh  Tim  dokter  RRC  merupakan  bagian  awal  dari  proses  pencapaian  yang  panjang.  Pencapaian  yang  lebih  besar  adalah  tidak  adanya  keberatan  Soekarno  atas  usul   pembentukan  Angkatan  kelima,  bahkan  memfasilitasi  usaha  Aidit  untuk  meyakinkan  keempat  Angkatan.  &lt;br /&gt;Penolakan  Angkatan  Darat  atas  pembentukan  Angkatan  kelima,  memaksa  Aidit  untuk  merobah  strateginya.  Meskipun  tidak  dapat  dipastikan  apa  yang  dimaksud,  namun  ungkapan  Soekarno  dalam  salah  satu  pidatonya  :  “adalah  biasa  dalam  revolusi  bapak  makan  anaknya”,  sangat  mungkin  merupakan  persetujuan  Soekarno  atas  rencana  Aidit  terhadap  mereka  yang  menggagalkan  pembentukan  Angkatan  kelima.&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;Menyangkut  pertanyaan  Bung  Asvi  Warman  Adam,  untuk  apa  pembunuhan  terhadap  para  Pahlawan  Revolusi  mereka  lakukan,  tidakkah  kalau  mereka  sabar  menunggu  harapannya  akan  tercapai  juga?&lt;br /&gt;Kegagalan  pembentukan  Angkatan  kelima,  jelas  merupakan  hambatan  yang  cukup  besar  dalam  usaha  mereka  untuk  merebut  kekuasaan.  Disamping  itu,  sebagaimana  kita  ketahui  yang  merawat  Bung  Karno  pada  waktu  itu  adalah  tim  dokter  dari  RRC.  Sebagai  kawan  tentu  mereka  senantiasa  mendapat  masukan  atas  kondisi  kesehatan  Bung  Karno.  Kondisi  kesehatan  Bung  Karno  yang  memburuk  waktu  itu  mengkhawatirkan  mereka  jika  sewaktu-waktu  Bung  Karno  wafat,  harapan  mereka  untuk  merebut  kekuasaan  hampir  mustahil.&lt;br /&gt;Kenyataan  inilah  yang  mendorong  mereka  untuk  bertindak  sebelum  terlambat.  Sedianya  niat  baik  mereka  ini  akan  dilaksanakan  tanggal  5  Oktober.&lt;br /&gt;Telah  diumumkan  bahwa  peringatan  hari  Angkatan  Perang   tahun  ini  lebih  meriah.&lt;br /&gt;Bahkan  tidak  akan  dilaksanakan  di  Parkir  Timur  Senayan  sebagaimana  biasanya,  tetapi akan  dilaksanakan  di  Ancol.   Rencananya  panggung  kehormatan  akan  di tempatkan  menghadap  kearah  laut,  untuk  dapat  menyaksikan  penerjunan  pasukan  KKO  (Marinir)  kelaut  dari  helikopter.&lt;br /&gt;Perencanaan  yang  indah  memang.  Betapa  tidak,  pasukan  yang  terjun  dengan  senjata  lengkap  akan  menyerbu  panggung  kehormatan  dimana  Bung  Karno  dan  para  Jenderal  berada.  Perlu  diketahui  bahwa  pada  waktu  itu  belum  ada  bangunan  apapun  di  Ancol,  sementara  jalan  masuk  hanya  jembatan  apung  satu-satunya.  Lebih  dari  itu  seluruh  pasukan  peserta  parade  akan  dibekali  senjata  dengan  peluru  hampa,  kecuali  pasukan  penerjun.         &lt;br /&gt;Lantas  mengapa  rencana  yang  demikian  sempurna  tanpa  adanya  peluang  yang  dapat  menimbulkan  kegagalan  tidak  mereka  laksanakan ?&lt;br /&gt;Kiranya  keberatan  pihak  RPKAD  (Kopassus)  untuk  turut  serta  sebagai  anggota  parade  karena  masih  belum  pulih  dari  kelelahan  sehabis  bertugas  di  Kalimantan,  diartikan  lain  oleh  mereka.  Muncul  kekhawatiran  kalau-kalau  rencana  mereka  telah  tercium.&lt;br /&gt;Dibalik  berbagai  argumen  yang  telah  dikemukakan,  yang  disamping  ada  yang  tidak  mudah  mendapatkan  buktinya  atau  mungkin  masih  kurang  meyakinkan,  yang  paling  sederhana  adalah  mencari  koran  “WARTA  BHAKTI”  edisi  1  Oktober  1965.  Koran  yang  dikenal  sebagai  terompet  “PKI”  inilah  satu-satunya  koran  yang   memuat  berita  terbunuhnya  para  pahlawan  revolusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan  Soekarno  bersama  Omar  Dhani  dan  Aidit  di  Halim  sekitar  jam  delapan  pagi  tanggal  1  Oktober  1965,  tidak  mudah  diketahui  tujuannya.  Meskipun  tanpa  menyebut  nama  Aidit,  keberadaan  Soekarno  di  Halim  ini  diakui  oleh  Omar  Dhani  ( Harian  Kompas,  xxxx)  Sejak  itu  selalu  diberitakan  bahwa  Soekarno  menghilang,  tidak  diketahui  berada  dimana.&lt;br /&gt;Pada  tanggal  4  Oktober,  setelah  upacara  pemakaman  Pahlawan  Revolusi  yang  dipimpin  oleh  Jenderal  A.  H.  Nasution  seslesai,  diberitakan  bahwa  Soekarno  telah  berada  kembali  di  Istana  dari  persembunyiannya  di  Istana  Bogor.  Bukan  saja  tidak  hadir  dalam  upacara  pemakaman,  bahkan  tidak  sepatah  kata  belasungkawapun  diucapkan.  Yang  pertama-tama  Soekarno  lakukan  adalah  mengangkat  Mayor  Jenderal  Pranoto  Rekso  Samudro  sebagai  pejabat  Pangad.  Pranoto  yang  simpatisan  PKI  ini  tidak  sempat  bertugas,  bahkan  tidak  ketahuan  rimbanya.  Tugas  ini  akhirnya  diemban  oleh  Mayor  Jendral  Soeharto  yang  ditetunjuk  oleh  MKN  (Menteri  Keamanan  Nasional)  Jendral  A.H.  Nasution  sebagai  Pejabat  Harian Pangad.&lt;br /&gt;Yang   sudah  sangat  umum  diketahui  adalah  Soekarno  tidak  pernah  menyebut  G 30 S  PKI  tetapi  Gestok.    Dan  meskipun  didesak  tidak  pernah  mau  membubarkan  PKI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan  ada  bagian  dari  tulisan  ini  yang  dapat  dimanfaatkan  sehingga  kesimpang-siuran  tidak  berkepanjangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jatikramat,  27  September  2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali  A.  Siregar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/665004167104260470-7756010490600174740?l=pandanganopung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pandanganopung.blogspot.com/feeds/7756010490600174740/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pandanganopung.blogspot.com/2008/10/soekarno-dan-pki.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665004167104260470/posts/default/7756010490600174740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665004167104260470/posts/default/7756010490600174740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pandanganopung.blogspot.com/2008/10/soekarno-dan-pki.html' title='Soekarno dan PKI'/><author><name>Pandanganku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13964358325901448301</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
